Home » Artikel » Apa Perbedaan Avometer dan Multimeter? Simak Penjelasannya di Sini
Apa Perbedaan Avometer dan Multimeter Simak Penjelasannya di Sini

Apa Perbedaan Avometer dan Multimeter? Simak Penjelasannya di Sini

Training Laboaratorium – Perbedaan Avometer dan Multimeter | Istilah avometer dan multimeter sering kali digunakan secara bergantian. Tak sedikit orang yang menganggap keduanya sebagai alat yang sama. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, terdapat perbedaan mendasar yang penting untuk diketahui, terutama dalam konteks pengukuran listrik, kepraktisan penggunaan, dan fitur teknis.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa perbedaan avometer dan multimeter, serta bagaimana memilih alat yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Pengertian Avometer dan Multimeter

Secara historis, istilah avometer merupakan singkatan dari ampere, volt, dan ohm meter. Alat ini pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-20 sebagai alat ukur analog yang dapat mengukur arus listrik, tegangan listrik, dan resistansi. Karena mampu mengukur tiga parameter dasar tersebut, avometer menjadi alat standar dalam banyak kegiatan teknis pada masa itu.

Sementara itu, multimeter adalah istilah yang lebih modern dan umum digunakan saat ini. Multimeter mengacu pada alat ukur listrik multifungsi, yang tidak hanya mencakup pengukuran arus, tegangan, dan resistansi,

tetapi juga sering dilengkapi dengan fitur tambahan seperti pengukuran kapasitansi, frekuensi, suhu, dan bahkan uji dioda atau kontinuitas. Dalam praktiknya, multimeter bisa berjenis analog atau digital, namun versi digital kini jauh lebih populer karena kemudahan penggunaan dan tingkat akurasi yang lebih baik.

Perbedaan Avometer dan Multimeter dari Segi Kemampuan dan Fitur

Salah satu perbedaan utama antara avometer dan multimeter terletak pada kemampuan pengukuran. Avometer tradisional hanya fokus pada tiga parameter utama: ampere, volt, dan ohm. Sedangkan multimeter modern menyediakan lebih banyak fungsi, termasuk pengujian komponen elektronik yang lebih kompleks. Dengan demikian, multimeter jauh lebih fleksibel untuk berbagai jenis pengujian elektronik.

Fitur tambahan pada multimeter digital juga mencakup auto-ranging (penyesuaian skala otomatis), penyimpanan data, backlight untuk layar, serta pelindung terhadap lonjakan arus. Fitur-fitur ini membuat multimeter jauh lebih unggul dalam hal kemudahan penggunaan dan keamanan kerja di lapangan.

Baca juga: Pengertian Adjustment yang Sering Disalahpahami dalam Kalibrasi Alat Ukur

Akurasi dan Kemudahan Pembacaan

Dalam hal akurasi pengukuran, multimeter digital umumnya lebih unggul dibandingkan avometer analog. Multimeter digital menampilkan hasil dengan angka desimal dan lebih minim kesalahan pembacaan.

Sebaliknya, avometer analog mengandalkan jarum dan skala, yang rentan terhadap kesalahan paralaks dan membutuhkan ketelitian visual. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa teknisi senior masih menyukai avometer karena sifatnya yang responsif terhadap perubahan nilai secara real-time, terutama saat menangani sinyal fluktuatif.

Biaya dan Pertimbangan Ekonomi

Dari segi biaya alat pengukur, avometer biasanya lebih murah karena fiturnya terbatas dan teknologinya lebih sederhana. Namun, seiring perkembangan teknologi dan produksi massal, harga multitester digital kini juga sangat terjangkau, bahkan untuk versi yang sudah dilengkapi dengan banyak fungsi tambahan.

Maka dari itu, untuk pengguna pemula atau praktikum di sekolah, multimeter digital merupakan pilihan yang lebih efisien secara biaya dan fungsi. Untuk teknisi atau engineer profesional, pemilihan alat akan bergantung pada kebutuhan spesifik dan tingkat ketelitian yang diinginkan.

Ukuran Fisik dan Keterbatasan

Baik avometer maupun multimeter hadir dalam ukuran yang cukup ringkas. Namun, beberapa model multimeter profesional bisa memiliki ukuran lebih besar karena menyediakan pengukuran arus dan tegangan hingga skala industri. Sementara avometer analog biasanya lebih ringan dan cocok untuk penggunaan sederhana.

Multimeter digital juga memiliki keunggulan dalam hal pengukuran resistansi atau ukuran hambatan yang lebih luas, serta toleransi yang lebih kecil dalam pembacaan.

Rekomendasi Pelatihan: Training Kalibrasi Kelistrikan yang Direkomendasikan bagi Teknisi dan Engineer

Meski terlihat serupa, avometer dan multimeter memiliki perbedaan dalam hal fitur, akurasi, dan kemampuan. Avometer lebih terbatas dan biasanya bersifat analog, cocok untuk pengukuran dasar seperti arus, tegangan, dan resistansi.

Sedangkan multimeter, baik digital maupun analog, memiliki kemampuan pengukuran yang lebih luas dan fitur tambahan yang sangat membantu dalam berbagai pekerjaan teknis.

Bagi kamu yang baru belajar atau sudah aktif bekerja di bidang teknik dan laboratorium, memahami perbedaan ini akan membantumu memilih alat ukur yang paling sesuai.

Jika kamu ingin memperdalam pengetahuan tentang penggunaan alat ukur seperti avometer dan multimeter, serta cara melakukan kalibrasi yang tepat sesuai standar, SPIN Sinergi menyediakan pelatihan teknik kalibrasi yang aplikatif dan terpercaya. Tingkatkan kompetensimu dan pastikan hasil pengukuranmu dapat diandalkan.

Jika kamu tertarik memperdalam kemampuan teknis di laboratorium, pelajari juga teknik kalibrasi dan interpretasi data alat ukur bersama SPIN Sinergi, partner terbaik untuk pelatihan profesional laboratorium. Hubungi kami untuk pelatihan teknis berkualitas.

Perbedaan avometer dan multimeter

Share This Post

Artikel Terkini