Home » Artikel » Langkah Mudah Cara Mengukur Aki dengan Multimeter Analog
Langkah Mudah Cara Mengukur Aki dengan Multimeter Analog

Langkah Mudah Cara Mengukur Aki dengan Multimeter Analog

Training Kalibrasi – Mengukur Aki dengan Multimeter Analog | Mengetahui kondisi aki kendaraan adalah hal yang penting agar motor atau mobil tetap bisa digunakan tanpa masalah. Salah satu cara paling praktis untuk mengecek kesehatan aki adalah dengan multimeter analog. Meski kini sudah banyak orang memakai multimeter digital, penggunaan alat analog masih populer karena sederhana, mudah dibaca, dan harganya lebih terjangkau.

Dalam artikel ini saya akan membahas langkah mudah cara mengukur aki dengan multimeter analog, disertai tips agar hasil pengukuran lebih akurat.

Mengapa Mengecek Aki Itu Penting?

Aki berfungsi sebagai sumber tenaga listrik utama pada kendaraan, mulai dari menyalakan mesin, menyalakan lampu, hingga menghidupkan perangkat elektronik lain. Jika aki lemah atau rusak, bukan hanya kendaraan yang sulit dihidupkan, tetapi juga sistem kelistrikan lain bisa terganggu.

Dengan melakukan cara cek aki dengan multitester analog, kita bisa mengetahui kondisi aki sejak dini dan mencegah kerusakan lebih parah.

Mengenal Multimeter Analog

Apa itu Multimeter Analog?

Multimeter analog adalah alat ukur listrik yang menggunakan jarum penunjuk pada skala sebagai indikator hasil pengukuran. Alat ini mampu mengukur tegangan (Volt), arus (Ampere), dan hambatan (Ohm).

Dibanding multimeter digital, versi analog biasanya lebih tahan lama dan cukup akurat jika digunakan dengan benar.

Baca juga: Cara Mengukur Tegangan Aki Menggunakan Multimeter dengan Mudah, Cepat, dan Tepat

Kenapa Menggunakan Multimeter Analog?

  • Mudah didapat dan harganya ekonomis.
  • Tahan terhadap benturan ringan.
  • Bisa digunakan meski tanpa baterai internal (untuk pengukuran tegangan).
  • Membiasakan mata membaca jarum skala membuat kita lebih teliti.

Persiapan Sebelum Mengukur Aki

Sebelum masuk ke tahap praktik, pastikan kamu menyiapkan hal berikut:

  1. Multimeter analog dalam kondisi baik.
  2. Aki kendaraan yang akan diuji (motor atau mobil).
  3. Kabel probe (merah dan hitam) tidak putus atau terkelupas.
  4. Kendaraan dimatikan, agar hasil pengukuran lebih stabil.

Langkah Mudah Cara Mengukur Aki dengan Multimeter Analog

1. Atur Skala Multimeter

Putar selektor multimeter ke posisi DCV (Direct Current Voltage) dengan batas ukur 25V atau 50V. Hal ini penting karena aki kendaraan biasanya hanya berada di kisaran 12 volt, sehingga skala 25V sudah cukup aman.

2. Hubungkan Probe

  • Colokkan kabel merah ke terminal positif (+) aki.
  • Colokkan kabel hitam ke terminal negatif (–) aki.
    Pastikan posisi tangan aman agar tidak menyentuh kedua terminal sekaligus.

3. Amati Pergerakan Jarum

Jarum multimeter akan bergerak ke arah angka tertentu di skala. Baca hasilnya pada skala DCV. Misalnya, jika jarum menunjukkan angka sekitar 12,5V, berarti aki masih dalam kondisi baik.

4. Interpretasi Hasil

  • 12,4V – 12,7V → Aki normal dan sehat.
  • 12,0V – 12,3V → Aki mulai melemah, perlu pengisian.
  • < 12,0V → Aki lemah, sebaiknya segera dicas atau diganti.
  • > 13,0V (saat mesin mati) → Bisa jadi ada masalah pada sistem pengisian.

Cara Cek Aki dengan Multitester Analog Saat Mesin Hidup

Selain mengukur saat mesin mati, penting juga mengecek aki saat mesin kendaraan hidup. Caranya sama, hanya saja perhatikan hasil pengukuran:

  • Tegangan normal saat mesin hidup biasanya berkisar antara 13,8V – 14,5V.
  • Jika lebih rendah dari itu, kemungkinan alternator atau sistem pengisian bermasalah.
  • Jika lebih tinggi dari 15V, regulator bisa jadi rusak sehingga aki berisiko overcharge.

Tips Agar Pengukuran Lebih Akurat

  1. Pastikan koneksi kabel probe tidak longgar.
  2. Lakukan pengukuran lebih dari sekali untuk memastikan konsistensi hasil.
  3. Hindari menyentuh kedua terminal dengan tangan secara bersamaan karena bisa menimbulkan percikan.
  4. Gunakan cahaya yang cukup agar jarum dan angka pada skala mudah dibaca.
  5. Jika jarum bergerak liar, cek kembali kondisi multimeter apakah ada kerusakan pada kabel atau selektor.

Kesalahan Umum Saat Mengukur Aki dengan Multimeter Analog

  • Memilih skala yang salah → Bisa menyebabkan jarum bergerak penuh dan sulit terbaca.
  • Salah sambung kabel probe → Membaca tegangan bisa jadi negatif atau jarum tidak bergerak.
  • Mengukur saat ada beban berat → Misalnya lampu utama menyala, hasil bisa kurang akurat.
  • Mengabaikan kondisi multimeter → Multimeter rusak bisa menampilkan hasil keliru.

Rekomendasi Pelatihan: Training Kalibrasi Kelistrikan yang Direkomendasikan bagi Teknisi dan Engineer

Melakukan cara mengukur aki dengan multimeter analog adalah langkah sederhana namun penting untuk menjaga performa kendaraan. Dengan memahami cara kerja multimeter analog, menyiapkan alat dengan benar, dan membaca hasil pengukuran secara teliti, kamu bisa memastikan apakah aki masih sehat atau sudah perlu perawatan lebih lanjut.

Jadi, jangan tunggu sampai kendaraan mogok di jalan. Mulai biasakan cara cek aki dengan multitester analog secara rutin agar kendaraan selalu siap digunakan.

Jika kamu tertarik memperdalam kemampuan teknis di laboratorium, pelajari juga teknik kalibrasi dan interpretasi data alat ukur bersama SPIN Sinergi, partner terbaik untuk pelatihan profesional laboratorium. Hubungi kami untuk pelatihan teknis berkualitas.

Mengukur Tegangan Aki

Share This Post

Artikel Terkini