Training Kalibrasi – Mengukur arus listrik adalah salah satu keterampilan dasar yang penting dikuasai oleh teknisi, mahasiswa teknik, atau siapa saja yang sering berurusan dengan kelistrikan. Dengan mengetahui besar arus yang mengalir,
kita bisa mendiagnosis kerusakan, memeriksa performa rangkaian, hingga memastikan perangkat bekerja sesuai spesifikasi. Salah satu alat yang paling umum digunakan adalah multimeter, baik digital maupun analog.
Pada panduan ini, kita akan membahas cara mengukur arus listrik menggunakan multimeter secara praktis, akurat, dan tentunya aman. Pembahasan akan mencakup dasar teori, persiapan, langkah-langkah pengukuran, hingga tips keamanan yang sering diabaikan.
Memahami Konsep Dasar Arus Listrik
Sebelum memegang multimeter, penting untuk memahami apa itu arus listrik. Arus listrik adalah aliran muatan listrik yang bergerak melalui suatu konduktor, biasanya diukur dalam satuan ampere (A). Dalam kelistrikan, terdapat dua jenis arus utama:
- Arus DC (Direct Current) – arus searah, biasanya berasal dari baterai atau adaptor DC.
- Arus AC (Alternating Current) – arus bolak-balik, seperti yang digunakan pada listrik rumah.
Mengetahui jenis arus sangat penting, karena cara mengukur arus DC dengan multimeter digital memiliki perbedaan pengaturan dibanding arus AC.
Jenis Multimeter dan Fungsinya dalam Pengukuran Arus
Multimeter adalah alat ukur multifungsi yang mampu mengukur tegangan, arus, dan resistansi. Untuk pengukuran arus listrik, multimeter memiliki beberapa mode:
- A (AC atau DC) – untuk mengukur arus bolak-balik atau searah.
- mA / μA – untuk mengukur arus kecil.
- Clamp meter (pada multimeter tertentu) – mengukur arus tanpa memutus rangkaian.
Jika Anda menggunakan multimeter digital, tampilannya lebih mudah dibaca. Sementara multimeter analog memerlukan pembacaan skala jarum, namun masih banyak digunakan di beberapa laboratorium.
Persiapan Sebelum Mengukur Arus
Sebelum masuk ke cara mengukur arus listrik menggunakan multimeter, ada beberapa langkah persiapan:
- Pilih Multimeter yang Sesuai
Gunakan multimeter digital untuk hasil yang cepat dan akurat, terutama bagi pemula. - Periksa Kondisi Multimeter
Pastikan probe dalam kondisi baik dan baterai multimeter mencukupi. - Tentukan Jenis Arus yang Akan Diukur
Apakah arus DC atau AC? Hal ini mempengaruhi pengaturan multimeter. - Putuskan Rangkaian Sebelum Mengukur
Pengukuran arus berbeda dengan tegangan—multimeter harus dihubungkan secara seri dengan rangkaian.
Langkah-Langkah Cara Mengukur Arus Menggunakan Multimeter
1. Mengatur Multimeter
- Putar selektor ke mode arus (A) sesuai jenis arus (AC atau DC).
- Pilih rentang yang lebih tinggi dari perkiraan arus untuk menghindari kerusakan.
2. Menyambungkan Probe
- Masukkan probe hitam ke port COM.
- Masukkan probe merah ke port bertanda A atau mA, tergantung besar arus.
3. Memutus Rangkaian
Untuk pengukuran arus listrik, multimeter harus berada di jalur aliran arus. Artinya, rangkaian harus diputus di salah satu titik.
4. Menempatkan Multimeter secara Seri
Hubungkan probe merah ke ujung rangkaian yang menuju sumber daya, dan probe hitam ke jalur menuju beban.
5. Membaca Hasil
Baca angka yang muncul pada layar multimeter digital. Jika menggunakan analog, perhatikan jarum pada skala yang sesuai.
Contoh: Cara Mengukur Arus DC dengan Multimeter Digital
Jika ingin mengetahui cara mengukur kuat arus listrik pada baterai 12V:
- Putar selektor ke DC Ampere (A⎓).
- Pilih rentang di atas 10A jika arus diperkirakan besar.
- Pasang probe secara seri antara baterai dan beban.
- Baca hasil di layar—misalnya 1,25A.
Tips Keamanan dalam Pengukuran Arus Listrik
- Jangan mengukur arus secara langsung pada sumber listrik rumah tanpa pengetahuan yang cukup.
- Gunakan sarung tangan isolasi jika bekerja di lingkungan bertegangan tinggi.
- Pastikan multimeter memiliki sekering pelindung untuk mencegah kerusakan.
- Mulai dari rentang tertinggi kemudian turunkan perlahan untuk hasil akurat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengukur Arus
- Menghubungkan multimeter paralel seperti mengukur tegangan—ini berisiko merusak multimeter.
- Lupa memindahkan probe ke port A/mA setelah mengukur tegangan.
- Mengabaikan polaritas pada arus DC.
- Tidak memutus arus saat mengatur kabel pengukuran.
Rekomendasi Pelatihan: Training Kalibrasi Kelistrikan yang Direkomendasikan bagi Teknisi dan Engineer
Pengukuran arus listrik adalah prosedur penting untuk memastikan sistem kelistrikan bekerja dengan aman dan efisien. Dengan memahami bagaimana cara mengukur arus listrik menggunakan multimeter—baik digital maupun analog—Anda dapat mendiagnosis masalah, melakukan perawatan, atau sekadar belajar dasar kelistrikan.
Mengikuti langkah-langkah di atas, memperhatikan cara mengukur arus dengan multimeter digital, dan mematuhi aturan keselamatan akan membuat proses lebih praktis, akurat, dan aman.
Jika kamu tertarik memperdalam kemampuan teknis di laboratorium, pelajari juga teknik kalibrasi dan interpretasi data alat ukur bersama SPIN Sinergi, partner terbaik untuk pelatihan profesional laboratorium. Hubungi kami untuk pelatihan teknis berkualitas.
