Home » Artikel » Rumus Multimeter Analog & Cara Menghitung Multitester Secara Akurat
Rumus Multimeter Analog & Cara Menghitung Multitester Secara Akurat

Rumus Multimeter Analog & Cara Menghitung Multitester Secara Akurat

Training Kalibrasi – Multimeter analog sering disebut avometer analog atau multitester analog—masih jadi primadona untuk diagnosa cepat karena respon jarumnya yang “hidup” mengikuti perubahan sinyal. Namun agar hasilnya benar-benar akurat, kamu perlu memahami rumus multimeter analog, cara membaca skala, serta langkah perhitungannya.

Panduan ini merangkum konsep kunci, contoh perhitungan, dan trik anti-salah yang bisa langsung kamu praktikkan di meja kerja.

Mengenal Skala & Bagian Penting pada Multimeter Analog

Skala gabungan dan cermin anti-paralaks

Sebagian besar panel menampilkan beberapa skala sekaligus (misalnya 0–10, 0–50, 0–250) yang dipakai bergantian sesuai range yang kamu pilih. Gunakan cermin anti paralaks di bawah jarum: sejajarkan jarum dengan bayangannya agar pembacaan tepat.

Zero Ω adjust & baterai internal

Mode Ω (ohm) memakai baterai internal. Sebelum mengukur hambatan, hubungkan kedua probe lalu putar knop Zero Ω Adjust hingga jarum tepat di “0 Ω” (posisi kanan skala ohm). Jika sulit mencapai nol, kemungkinan baterai lemah—ganti dulu agar perhitungan tahanan tidak meleset.

Sensitivitas (kΩ/V) dan dampaknya

Sensitivitas seperti 20 kΩ/V menunjukkan resistansi input per volt pada mode DCV. Semakin besar nilainya, semakin kecil beban yang diberikan ke rangkaian sehingga pembacaan tegangan lebih akurat, terutama pada rangkaian berimpedansi tinggi.

Rumus Multimeter Analog untuk Tegangan DC (DCV)

Rumus umum

Gunakan skala yang sesuai dengan range. Secara praktis:
V_terukur = (pembacaan pada skala / nilai skala penuh) × nilai range

Contoh:
Range 10 V, skala yang dipakai 0–10. Jika jarum menunjuk 6,0, maka V = (6,0 / 10) × 10 V = 6,0 V.

Contoh lain

  • Range 50 V (skala 0–50). Jarum di 23 → 23 V.
  • Range 250 V (skala 0–250). Jarum di 200 → 200 V.

Tips akurasi DCV

  • Pilih range sedekat mungkin di atas nilai yang diperkirakan agar jarum berada di tengah hingga ¾ skala (daerah paling presisi).
  • Perhatikan polaritas: merah ke +, hitam ke −. Terbalik akan membuat jarum bergerak ke arah negatif (atau mentok).

Baca juga: Cara Menghitung Avometer: Cara Baca Skala Analog dan Digital

Rumus Multimeter Analog untuk Tegangan AC (ACV)

Rumus umum sama dengan DCV

V_terukur = (pembacaan / skala penuh) × range ACV.
Catatan: sebagian multimeter analog dikalibrasi untuk RMS sinyal sinus. Sinyal non-sinus (misalnya gelombang kotak) bisa menghasilkan error.

Contoh

Range 250 V AC, skala 0–250. Jarum di 180 → ≈180 V AC.

Rumus Multimeter Analog untuk Arus DC (DCA)

Rumus umum

I_terukur = (pembacaan / skala penuh) × range DCA.

Contoh:
Range 250 mA, skala 0–250. Jarum di 40 → (40/250) × 250 mA = 40 mA.

Catatan penting

  • Arus diukur seri dengan beban. Pastikan perkiraan arus tidak melebihi range agar sekering (fuse) tidak putus.
  • Perhatikan burden voltage (tegangan jatuh di meter) yang bisa memengaruhi rangkaian arus kecil.

Rumus Multimeter Analog untuk Hambatan (Ω)

Berbeda dari tegangan/arus, skala ohm non-linear: “∞” (tak berhingga) di kiri, 0 Ω di kanan. Itulah mengapa zeroing wajib.

Prinsip & langkah dasar

  1. Set ke Ω, pilih faktor pengali (×1, ×10, ×100, ×1k, ×10k).
  2. Short kedua probe → putar Zero Ω Adjust hingga jarum di 0 Ω (kanan).
  3. Ukur komponen (rangkaian harus tidak bertegangan).
  4. Baca angka pada skala Ω, lalu kalikan faktor pengali.

Rumus praktis ohm

R_terukur = angka pada skala Ω × faktor pengali

Contoh perhitungan ohm

  • Jarum menunjuk 20 pada skala Ω, faktor ×10R ≈ 20 × 10 = 200 Ω.
  • Jarum menunjuk 2 pada skala Ω, faktor ×1kR ≈ 2 × 1000 = 2 kΩ.

Tabel faktor pengali (contoh umum)

  • ×1 → nilai terbaca apa adanya
  • ×10 → kalikan 10
  • ×100 → kalikan 100
  • ×1k → kalikan 1000
  • ×10k → kalikan 10.000

Tips akurasi ohm: usahakan pengukuran berada dekat tengah skala ohm, karena bagian ini paling linear dan mudah dibaca.

Prosedur Praktis: Cara Menghitung Multimeter/Avometer Analog

DCV (tegangan searah)

  1. Perkirakan nilai, pilih range di atasnya.
  2. Hubungkan merah ke +, hitam ke −.
  3. Baca skala yang sesuai, lalu terapkan rumus multimeter analog untuk DCV.
  4. Jika jarum terlalu kecil, turunkan range; jika mentok, naikkan range.

DCA (arus searah)

  1. Putus salah satu jalur beban, seri-kan meter.
  2. Pilih range yang aman.
  3. Baca skala dan hitung I_terukur dengan rumus.
  4. Kembalikan rangkaian seperti semula.

Ω (hambatan)

  1. Matikan daya rangkaian & lepaskan komponen jika perlu.
  2. Lakukan Zero Ω Adjust.
  3. Sentuhkan probe ke kedua terminal.
  4. Baca angka pada skala Ω dan kalikan faktor pengali.
  5. Jika jarum “nyangkut” di kiri (∞), turunkan faktor (misalnya dari ×1k ke ×100); jika menumpuk di kanan (mendekati 0), naikkan faktor.

Bagian ini merangkum cara menghitung multimeter analog sekaligus cara menghitung avometer analog secara sistematis untuk tiga mode utama: DCV, DCA, dan Ω.

7 Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya

  1. Lupa zeroing di mode Ω → selalu short probe lalu set ke 0 Ω.
  2. Salah range (jarum mentok atau terlalu kecil) → ganti range agar jarum di tengah skala.
  3. Paralaks saat membaca → sejajarkan jarum dengan bayangannya di cermin.
  4. Mengukur resistansi pada rangkaian masih bertegangan → matikan daya, lepaskan komponen jika ada paralel jalur lain.
  5. Polaritas DC terbalik → cek posisi probe.
  6. Baterai lemah (mode Ω) → ganti baterai jika zero sulit dicapai.
  7. Sentuhan jari ke terminal saat ukur Ω kecil → tangan menambah resistansi; pegang di isolator probe.

Rekomendasi Pelatihan: Training Kalibrasi Multimeter dan Avometer

Validasi Hasil & Kalibrasi Sederhana

  • Bandingkan pembacaan dengan sumber acuan (misalnya baterai 1,5 V baru, resistor presisi).
  • Jika sering dipakai untuk pekerjaan teknis, lakukan kalibrasi berkala dan cek linearitas skala (awal, tengah, akhir).
  • Simpan alat dan probe dengan baik; konektor kotor dapat menambah resistansi kontak.

Ringkasan Rumus Inti

  • Tegangan/Arus:
    Nilai terukur = (pembacaan / skala penuh) × range
  • Hambatan (Ω):
    R_terukur = angka pada skala Ω × faktor pengali (×1, ×10, ×100, ×1k, ×10k)

Dengan memahami rumus multimeter analog, memilih range yang tepat, serta disiplin pada prosedur cara menghitung multimeter analog, kamu bisa mengurangi error dan mempercepat troubleshooting.

Ikuti langkah-langkah di atas setiap kali mengukur, dan jadikan kebiasaan untuk melakukan zeroing, membaca tanpa paralaks, serta memvalidasi hasil—itulah kunci cara menghitung avometer analog yang konsisten dan akurat.

Tingkatkan kualitas troubleshooting. Kuasai kalibrasi multimeter untuk validasi hasil uji, pemetaan error, dan budget ketidakpastian sederhana—selaras praktik terbaik ISO/IEC 17025. Hubungi kami untuk pelatihan teknis berkualitas.

Rumus Multimeter Analog

Share This Post

Artikel Terkini