Home » Artikel » Apa Itu Dehumidifier dan Mengapa Penting dalam Laboratorium Kalibrasi?
Apa Itu Dehumidifier dan Mengapa Penting dalam Laboratorium Kalibrasi

Apa Itu Dehumidifier dan Mengapa Penting dalam Laboratorium Kalibrasi?

Konsultan ISO – Apa Itu Dehumidifier | Dalam dunia laboratorium, terutama laboratorium kalibrasi, kestabilan kondisi lingkungan menjadi faktor yang sangat penting. Selain suhu, kelembapan udara atau relative humidity (RH) memiliki peran besar dalam memengaruhi akurasi alat ukur dan hasil kalibrasi.

Salah satu alat yang digunakan untuk menjaga kelembapan udara tetap stabil adalah dehumidifier. Artikel ini akan membahas apa itu dehumidifier, cara kerjanya, serta mengapa alat ini penting dalam mendukung proses kalibrasi yang andal dan sesuai standar.

Apa Itu Dehumidifier?

Dehumidifier adalah alat yang berfungsi untuk mengurangi kelembapan udara dalam suatu ruangan. Alat ini bekerja dengan cara menarik uap air dari udara, lalu mengubahnya menjadi air cair yang dikumpulkan dalam wadah penampung atau disalurkan ke luar.

Tujuan utama penggunaan dehumidifier adalah untuk menjaga kelembapan udara pada tingkat yang sesuai dan stabil, biasanya dalam kisaran 40%–60% RH, tergantung kebutuhan ruang atau aktivitas di dalamnya.

Dehumidifier sering digunakan di ruang penyimpanan, rumah, kantor, dan yang paling penting—di laboratorium. Dalam ruang laboratorium, terutama yang berkaitan dengan alat ukur sensitif, kelembapan yang terlalu tinggi bisa menyebabkan hasil pengukuran menjadi tidak akurat atau alat rusak lebih cepat.

Cara Kerja Dehumidifier

Secara umum, cara kerja dehumidifier terdiri dari langkah-langkah berikut:

  1. Udara lembap disedot oleh kipas ke dalam unit.
  2. Udara tersebut melewati koil dingin yang menyebabkan uap air mengembun.
  3. Air hasil kondensasi ditampung dalam tangki atau disalurkan keluar.
  4. Udara kering dipanaskan sedikit dan dikeluarkan kembali ke ruangan.

Dengan proses ini, kelembapan udara berkurang dan lingkungan menjadi lebih stabil untuk proses yang memerlukan kondisi terkendali.

Fungsi dan Manfaat Dehumidifier

Menggunakan dehumidifier di ruang laboratorium memiliki banyak manfaat, terutama dalam mendukung sistem manajemen mutu dan menjaga keandalan alat ukur. Berikut adalah beberapa fungsinya:

Mengontrol Kelembapan Udara

Fungsi utama dehumidifier adalah menurunkan kadar kelembapan udara, sehingga mencegah terjadinya kondensasi, karat, atau jamur yang bisa merusak alat dan bahan uji.

Melindungi Alat Ukur

Banyak alat ukur presisi seperti timbangan analitik, hygrometer, atau alat ukur dimensi sangat sensitif terhadap kelembapan. Kelembapan tinggi bisa menyebabkan korosi atau perubahan nilai pengukuran yang tidak stabil.

Baca juga: Apa Perbedaan Avometer dan Multimeter? Simak Penjelasannya di Sini

Menjaga Kualitas Hasil Kalibrasi

Kondisi lingkungan yang tidak stabil akan menghasilkan hasil kalibrasi yang tidak repeatable atau tidak dapat dilacak ke standar nasional/internasional. Dengan menjaga kelembapan, proses kalibrasi dapat berjalan dengan lebih akurat.

Mendukung Kenyamanan dan Kebersihan Ruang

Dehumidifier juga membantu menjaga kenyamanan kerja di dalam ruang laboratorium dan mengurangi potensi bau apek atau jamur akibat udara yang terlalu lembap.

Pentingnya Dehumidifier dalam Laboratorium Kalibrasi

Dalam laboratorium kalibrasi, keberadaan dehumidifier bukan sekadar tambahan—melainkan bagian penting dari sistem kendali lingkungan yang mendukung kualitas hasil kerja.

Memenuhi Persyaratan ISO/IEC 17025

Laboratorium yang menerapkan standar ISO/IEC 17025 wajib memastikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan alat ukur. Salah satu persyaratan penting adalah kestabilan suhu dan kelembapan. Jika kelembapan tidak terjaga, maka hasil kalibrasi dianggap tidak sah atau tidak dapat ditelusuri.

Menjamin Akurasi dan Konsistensi

Dehumidifier membantu mempertahankan nilai RH dalam kisaran yang dibutuhkan. Ini penting agar alat ukur seperti termometer, psychrometer, atau data logger tidak terpengaruh oleh perubahan kelembapan yang drastis.

Studi Kasus: Kegagalan Akreditasi karena Lingkungan Tidak Stabil

Dalam beberapa kasus audit laboratorium, ditemukan bahwa hasil kalibrasi tidak konsisten karena fluktuasi kelembapan yang tidak terpantau. Hal ini bisa menyebabkan hasil pengukuran diragukan keakuratannya dan bahkan menghambat proses akreditasi.

Tips Menggunakan Dehumidifier di Laboratorium

Agar penggunaan dehumidifier efektif dan mendukung proses kalibrasi, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Pilih Dehumidifier Sesuai Kebutuhan

Pastikan kapasitas dehumidifier sesuai dengan luas dan tinggi ruangan. Dehumidifier untuk ruangan besar perlu memiliki daya hisap kelembapan yang lebih besar.

Letakkan di Lokasi yang Strategis

Tempatkan dehumidifier di titik dengan sirkulasi udara optimal dan jauh dari sumber panas langsung seperti oven atau lampu intensitas tinggi.

Monitor Kelembapan Secara Berkala

Gunakan hygrometer atau data logger untuk mencatat perubahan RH setiap hari. Beberapa dehumidifier modern sudah dilengkapi pengatur otomatis berdasarkan target RH.

Lakukan Perawatan Rutin

Bersihkan filter udara secara berkala dan pastikan sistem pembuangan air berfungsi baik agar tidak menimbulkan kelembapan kembali ke ruangan.

Rekomendasi Pelatihan: Rekomendasi Training Kalibrasi Alat Ukur Terlengkap

Dehumidifier adalah alat yang sangat penting dalam dunia laboratorium, khususnya laboratorium kalibrasi. Dengan fungsinya yang mampu menjaga kelembapan udara tetap stabil, alat ini secara langsung mendukung keakuratan hasil kalibrasi dan pemenuhan standar mutu seperti ISO/IEC 17025.

Investasi pada dehumidifier adalah bagian dari komitmen terhadap kualitas dan profesionalisme laboratorium. Bagi Anda yang ingin memastikan ruang laboratorium selalu dalam kondisi terbaik untuk kalibrasi, penggunaan dehumidifier yang tepat adalah langkah cerdas dan strategis.

Jika kamu tertarik memperdalam kemampuan teknis di laboratorium, pelajari juga teknik kalibrasi dan interpretasi data alat ukur bersama SPIN Sinergi, partner terbaik untuk pelatihan profesional laboratorium. Hubungi kami untuk pelatihan teknis berkualitas.

Perbedaan avometer dan multimeter

Share This Post

Artikel Terkini