Home » Artikel » ISO » Pengertian ISO: Manfaat dan Implementasinya di Sektor Kesehatan

Pengertian ISO: Manfaat dan Implementasinya di Sektor Kesehatan

Pengertian ISO

Pengertian ISO – ISO atau International Organization for Standardization, adalah organisasi internasional yang mengembangkan dan menerbitkan berbagai standar untuk industri dan komersial. Meskipun banyak orang berpikir ISO adalah singkatan, sebenarnya itu berasal dari kata Yunani “isos” yang berarti “sama”. Organisasi ini didirikan pada tahun 1947 di Jenewa, Swiss, dan sejak saat itu, ISO telah menetapkan ribuan standar yang digunakan di seluruh dunia.

Mengapa standar ISO begitu penting? Karena mereka memberikan pedoman yang diakui secara global untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan efisiensi produk serta layanan. Baik itu di industri manufaktur, teknologi informasi, atau bahkan di sektor kesehatan, ISO membantu organisasi meningkatkan kinerja mereka dan memenuhi harapan pelanggan serta regulasi yang berlaku.

Pengertian ISO: Manfaat dan Implementasinya di Sektor Kesehatan

Pengertian ISO

Pengertian ISO Secara Umum

Jasa Konsultan ISO – ISO adalah sebuah badan internasional yang berdedikasi untuk mengembangkan dan menerbitkan berbagai standar yang diakui secara global. ISO didirikan pada tanggal 23 Februari 1947 dan berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Organisasi ini berfungsi sebagai lembaga non-pemerintah yang beranggotakan badan standar nasional dari 165 negara, yang bekerja sama untuk menciptakan standar yang mempromosikan inovasi dan menyediakan solusi bagi tantangan global.

Sejarah Singkat dan Asal-Usul ISO

Sejarah ISO bermula dari tahun 1926 ketika pendahulunya, International Federation of the National Standardizing Associations (ISA), dibentuk untuk mengkoordinasikan standar industri internasional. Namun, kegiatan ISA terhenti selama Perang Dunia II. Setelah perang, kebutuhan akan standardisasi internasional semakin mendesak karena perdagangan global dan kerjasama antar negara mulai meningkat.

Pada bulan Oktober 1946, delegasi dari 25 negara bertemu di London dan sepakat untuk membentuk organisasi baru yang bernama International Organization for Standardization. Setahun kemudian, pada tahun 1947, ISO secara resmi didirikan dengan tujuan untuk memfasilitasi koordinasi dan penyatuan standar industri internasional.

Misi dan Tujuan ISO

Misi utama ISO adalah untuk memajukan perkembangan standar di seluruh dunia dengan menyediakan platform yang memungkinkan konsensus global. Beberapa tujuan utama ISO meliputi:

  1. Memfasilitasi Perdagangan Internasional: Dengan menciptakan standar yang diterima secara internasional, ISO membantu mengurangi hambatan teknis dalam perdagangan internasional, sehingga produk dari satu negara dapat dipasarkan dan diterima di negara lain tanpa perlu penyesuaian yang signifikan.
  2. Meningkatkan Kualitas Produk dan Layanan: Standar ISO menetapkan pedoman yang membantu perusahaan meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka, memastikan bahwa mereka memenuhi atau melampaui harapan pelanggan.
  3. Mendukung Inovasi dan Pengembangan Teknologi: Dengan menyediakan standar yang konsisten, ISO membantu mempercepat inovasi teknologi dan pengembangan produk baru, yang bisa mengarah pada peningkatan efisiensi dan penurunan biaya produksi.
  4. Melindungi Kesehatan dan Keselamatan: Banyak standar ISO yang dirancang untuk melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen serta pekerja, misalnya ISO 45001 untuk kesehatan dan keselamatan kerja, dan ISO 13485 untuk perangkat medis.

Proses Pengembangan Standar ISO

Proses pengembangan standar ISO melibatkan beberapa tahap yang melibatkan para ahli dari industri, lembaga pemerintahan, akademisi, dan kelompok konsumen. Tahapan ini mencakup:

  1. Proposal: Sebuah standar baru diusulkan oleh anggota ISO atau melalui permintaan dari sektor industri.
  2. Persiapan: Komite teknis yang terdiri dari para ahli dibentuk untuk merancang draf standar.
  3. Komite: Draf standar didiskusikan dan direvisi oleh komite teknis hingga mencapai konsensus.
  4. Pemungutan Suara: Draf standar final diajukan untuk pemungutan suara oleh semua anggota ISO. Jika disetujui, standar tersebut diterbitkan sebagai standar ISO resmi.
  5. Publikasi: Standar yang telah disetujui diterbitkan dan tersedia untuk diadopsi oleh industri di seluruh dunia.

Dengan proses yang terstruktur dan kolaboratif ini, ISO memastikan bahwa standar yang diterbitkan memenuhi kebutuhan industri global dan dapat diterapkan dengan efektif di berbagai sektor.

Sebagai organisasi yang berdiri di garis depan dalam pengembangan standar internasional, ISO memainkan peran yang krusial dalam memastikan bahwa produk dan layanan yang kita gunakan setiap hari aman, andal, dan efisien. Melalui standar yang mereka kembangkan, ISO membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia dan memfasilitasi perdagangan serta inovasi global.

Jenis-Jenis ISO

Pengertian ISO

1. ISO 9001 (Manajemen Kualitas): Standar ini berfokus pada sistem manajemen kualitas dengan prinsip-prinsip seperti fokus pada pelanggan dan perbaikan berkelanjutan.

2. ISO 14001 (Manajemen Lingkungan): Standar ini membantu organisasi mengelola dampak lingkungan mereka melalui penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

3. ISO 45001 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja): Standar ini bertujuan untuk memberikan tempat kerja yang aman dengan mencegah kecelakaan dan masalah kesehatan.

4. ISO 27001 (Manajemen Keamanan Informasi): Standar ini memastikan keamanan informasi aset organisasi.

5. Standar lainnya: Ada banyak standar lain seperti ISO 22000 (Manajemen Keamanan Pangan) dan ISO 50001 (Manajemen Energi) yang relevan untuk berbagai sektor.

Manfaat ISO di Sektor Kesehatan

Pengertian ISO
  1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Dengan menerapkan standar ISO, institusi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka. ISO memberikan pedoman yang jelas untuk prosedur medis, sehingga membantu meningkatkan hasil klinis dan pengalaman pasien.

  1. Keamanan Pasien

Standar keamanan seperti ISO 9001 dan ISO 45001 membantu melindungi pasien dari risiko yang tidak perlu. Ini mencakup segala hal mulai dari sterilisasi peralatan medis hingga pelatihan staf untuk situasi darurat medis.

  1. Efisiensi Operasional

Penerapan ISO membantu mengurangi inefisiensi dan meningkatkan efektivitas operasional. Misalnya, ISO 9001 membantu mengelola proses internal sehingga waktu dan biaya dapat diminimalkan tanpa mengorbankan kualitas.

  1. Peningkatan Kepercayaan Publik

Standar ISO memberikan jaminan bahwa institusi kesehatan telah memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang tinggi. Ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan pasien, yang sangat penting dalam sektor kesehatan.

Baca juga: Sertifikat ISO adalah | Manfaat dan Tujuannya untuk Laboratorium Pengujian

Implementasi ISO di Sektor Kesehatan

Pengertian ISO

Langkah-Langkah Implementasi ISO di Sektor Kesehatan

Implementasi ISO di institusi kesehatan memerlukan pendekatan yang terstruktur dan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk memastikan keberhasilan penerapan standar ISO:

    1. Penilaian Awal

    Langkah pertama adalah melakukan penilaian awal untuk menentukan kebutuhan dan kesiapan organisasi dalam menerapkan standar ISO. Ini mencakup:

    • Evaluasi Kebutuhan: Mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan kualitas dan standar operasional. Misalnya, apakah fokus pada manajemen kualitas, lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, atau keamanan informasi?
    • Kesiapan Organisasi: Menilai sejauh mana organisasi siap untuk melakukan perubahan yang diperlukan. Ini termasuk penilaian sumber daya yang tersedia (manusia, finansial, dan teknologi), budaya organisasi, serta komitmen dari manajemen puncak.
    • Analisis Gap: Membandingkan kondisi saat ini dengan persyaratan standar ISO yang akan diterapkan untuk mengidentifikasi gap yang perlu diatasi.

    2. Perencanaan

    Setelah penilaian awal, langkah berikutnya adalah mengembangkan rencana implementasi yang jelas dan terstruktur. Tahapan ini melibatkan:

    • Penetapan Tujuan dan Sasaran: Menentukan tujuan dan sasaran spesifik yang ingin dicapai melalui penerapan ISO.
    • Pembentukan Tim Implementasi: Membentuk tim yang terdiri dari individu-individu yang kompeten dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang proses yang akan ditingkatkan. Beberapa orang yang ditunjuk harus mewakili masing masing departemen yang terlibat.
    • Pengembangan Rencana Kerja: Menyusun rencana kerja yang mencakup jadwal kegiatan, pembagian tugas, anggaran, dan sumber daya yang diperlukan. Rencana ini harus realistis dan mencakup langkah-langkah rinci untuk setiap tahap implementasi.

    3. Pelatihan

    Pelatihan merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh staf memahami standar ISO yang akan diterapkan. Ini mencakup:

    • Pelatihan Umum: Mengadakan sesi pelatihan umum untuk semua staf mengenai prinsip dasar dan manfaat standar ISO.
    • Pelatihan Khusus: Menyediakan pelatihan khusus untuk tim implementasi dan individu yang akan terlibat langsung dalam penerapan standar. Ini termasuk pelatihan teknis tentang prosedur spesifik yang harus diikuti.
    • Simulasi dan Workshop: Melakukan simulasi dan workshop untuk memberikan pengalaman praktis dan memastikan bahwa staf benar-benar memahami dan mampu menerapkan standar dalam pekerjaan sehari-hari.

    4. Dokumentasi

    Dokumentasi adalah salah satu elemen kunci dalam penerapan ISO. Langkah ini melibatkan:

    • Penyusunan Prosedur dan Kebijakan: Mengembangkan dan mendokumentasikan prosedur operasional standar (SOP), kebijakan, dan instruksi kerja yang sesuai dengan persyaratan ISO.
    • Manual Kualitas: Membuat manual kualitas yang mencakup semua prosedur, kebijakan, dan standar yang telah disusun. Manual ini harus mudah diakses oleh seluruh staf.
    • Formulir dan Rekaman: Menyediakan formulir dan sistem pencatatan untuk mendokumentasikan aktivitas dan hasil yang sesuai dengan standar ISO. Ini termasuk log inspeksi, catatan pelatihan, dan laporan audit.

    5. Implementasi

    Langkah implementasi melibatkan penerapan prosedur dan kebijakan yang telah didokumentasikan. Ini mencakup:

    • Penerapan Prosedur: Memastikan bahwa semua prosedur yang telah didokumentasikan diikuti dengan benar oleh seluruh staf. Ini mungkin memerlukan perubahan dalam proses operasional dan manajemen.
    • Monitoring dan Pengawasan: Melakukan monitoring terus-menerus untuk memastikan bahwa implementasi berjalan sesuai rencana. Pengawasan ini dapat dilakukan oleh tim implementasi atau manajemen puncak.
    • Pemecahan Masalah: Menangani masalah yang muncul selama proses implementasi dengan cepat dan efektif. Ini termasuk mengidentifikasi penyebab masalah dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

    6. Audit Internal

    Setelah prosedur diterapkan, langkah berikutnya adalah melakukan audit internal untuk memastikan bahwa semua proses sesuai dengan standar ISO. Ini mencakup:

    • Persiapan Audit: Menyusun rencana audit yang mencakup jadwal, tim auditor, dan area yang akan diaudit.
    • Pelaksanaan Audit: Melakukan audit internal dengan fokus pada kepatuhan terhadap prosedur dan kebijakan yang telah ditetapkan. Auditor harus independen dan memiliki pemahaman yang baik tentang standar ISO.
    • Laporan Audit: Menyusun laporan audit yang mencakup temuan, kesimpulan, dan rekomendasi untuk perbaikan. Laporan ini harus disampaikan kepada manajemen untuk tindakan lanjut.

    7. Sertifikasi

    Langkah terakhir adalah mengajukan sertifikasi ke badan resmi yang berwenang. Proses ini melibatkan:

    • Pemilihan Badan Sertifikasi: Memilih badan sertifikasi yang diakui dan memiliki kredibilitas dalam bidangnya.
    • Persiapan untuk Audit Sertifikasi: Menyiapkan semua dokumen dan rekaman yang diperlukan untuk audit sertifikasi. Pastikan bahwa semua temuan audit internal telah ditindaklanjuti.
    • Audit Sertifikasi: Badan sertifikasi akan melakukan audit eksternal untuk memastikan bahwa semua persyaratan ISO telah dipenuhi. Audit ini mencakup tinjauan dokumen dan observasi langsung di lapangan.
    • Penerbitan Sertifikat: Jika audit berhasil, badan sertifikasi akan menerbitkan sertifikat ISO yang menyatakan bahwa organisasi telah memenuhi standar yang ditetapkan.

    Melalui langkah-langkah ini, institusi kesehatan dapat memastikan penerapan ISO yang efektif, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membangun kepercayaan pasien serta masyarakat.

    Tantangan dan Solusi dalam Implementasi ISO di Sektor Kesehatan

    Implementasi ISO di sektor kesehatan, seperti di rumah sakit dan klinik, sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang mungkin dihadapi dan solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya:

     Tantangan 1: Resistensi terhadap Perubahan

    Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan ISO adalah resistensi terhadap perubahan. Staf mungkin merasa nyaman dengan cara kerja yang lama dan khawatir bahwa perubahan akan menambah beban kerja mereka atau mengurangi efisiensi.

     Solusi 1: Peningkatan Kesadaran

    Untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan, penting untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan seluruh staf dalam proses perubahan. Ini dia Langkah langkah yang mesti diambil::

    • Komunikasi yang Efektif: Melibatkan seluruh staf sejak awal dengan menjelaskan alasan, manfaat, dan dampak positif dari penerapan ISO. Komunikasi yang jelas dan transparan dapat membantu mengurangi ketakutan dan resistensi.
    • Kampanye Edukasi: Mengadakan sesi edukasi dan workshop yang menjelaskan apa itu ISO, bagaimana penerapannya, dan bagaimana hal itu akan meningkatkan kualitas pekerjaan mereka serta layanan kepada pasien.
    • Partisipasi Aktif: Mengundang masukan dan saran dari staf mengenai bagaimana implementasi dapat dilakukan dengan lebih baik. Memberikan kesempatan kepada staf untuk terlibat aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen mereka terhadap perubahan.
    • Dukungan Manajemen: Memastikan dukungan penuh dari manajemen puncak. Ketika manajemen menunjukkan komitmen dan antusiasme terhadap implementasi ISO, staf cenderung lebih mudah menerima dan mengikuti perubahan.

     Tantangan 2: Kurangnya Sumber Daya

    Sumber daya yang terbatas, baik itu sumber daya manusia, keuangan, maupun teknologi, sering kali menjadi hambatan dalam penerapan ISO. Proses ini bisa membutuhkan investasi yang signifikan dalam hal waktu, uang, dan tenaga kerja.

     Solusi 2: Pengelolaan Sumber Daya yang Efektif

    Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya, penting untuk mengelola sumber daya yang ada dengan efisien. Stragegi yang dapat diterapkan sebagai berikut:

    • Prioritas dan Fokus: Menentukan prioritas dalam implementasi dan fokus pada area yang paling kritis terlebih dahulu. Misalnya, memulai dengan standar yang paling relevan dan memberikan dampak langsung, seperti ISO 9001 untuk manajemen kualitas.
    • Anggaran yang Tepat: Menyusun anggaran yang realistis dan memastikan alokasi dana yang memadai untuk setiap tahap implementasi. Ini mencakup biaya pelatihan, pengembangan dokumen, audit internal, dan sertifikasi.
    • Pelatihan dan Pengembangan: Menginvestasikan dalam pelatihan dan pengembangan staf internal agar mereka memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menerapkan standar ISO. Menggunakan pelatihan internal dapat mengurangi biaya yang terkait dengan konsultan eksternal.
    • Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Misalnya, menggunakan sistem manajemen dokumen elektronik untuk mendokumentasikan prosedur dan rekaman.

     Tantangan 3: Regulasi yang Kompleks

    Regulasi di sektor kesehatan bisa sangat kompleks dan bervariasi antara satu negara dengan negara lain. Mengikuti regulasi yang ketat sambil menerapkan standar ISO bisa menjadi tantangan tersendiri.

     Solusi 3: Pendekatan Bertahap

    Pendekatan bertahap dalam implementasi ISO dapat membantu mengurangi beban dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:

    • Analisis Regulasi: Melakukan analisis mendalam terhadap regulasi yang berlaku di sektor kesehatan. Memahami persyaratan regulasi yang relevan dapat membantu dalam merancang proses implementasi yang tidak bertentangan dengan regulasi tersebut.
    • Implementasi Bertahap: Mengadopsi pendekatan bertahap dengan menerapkan standar ISO dalam tahap-tahap yang lebih kecil dan terkelola. Misalnya, memulai dengan satu departemen atau unit tertentu sebelum mengimplementasikan ke seluruh organisasi.
    • Audit dan Peninjauan Berkala: Melakukan audit dan peninjauan berkala untuk memastikan bahwa implementasi sesuai dengan standar ISO dan regulasi yang berlaku. Ini memungkinkan identifikasi dini terhadap masalah dan pengambilan tindakan korektif yang cepat.
    • Konsultasi dengan Ahli: Menggunakan jasa konsultan atau ahli yang memiliki pengetahuan mendalam tentang regulasi dan standar ISO di sektor kesehatan. Mereka dapat memberikan panduan dan memastikan bahwa implementasi berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Dengan strategi-strategi ini, institusi kesehatan dapat mengatasi tantangan dalam implementasi ISO, memastikan bahwa mereka memenuhi standar internasional yang tinggi dan meningkatkan kualitas layanan serta keselamatan pasien. Pendekatan yang terstruktur, komunikasi yang efektif, dan manajemen sumber daya yang efisien adalah kunci keberhasilan dalam penerapan standar ISO di sektor kesehatan.

    ISO Khusus untuk Sektor Kesehatan

    ISO Khusus untuk Sektor Kesehatan
    1. ISO 13485 (Perangkat Medis)

    ISO 13485 menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen kualitas di industri perangkat medis. Standar ini membantu produsen memastikan produk mereka memenuhi persyaratan regulasi dan kebutuhan pelanggan, sehingga meningkatkan kualitas dan mengurangi risiko.

    1. ISO 15189 (Laboratorium Medis)

    ISO 15189 menetapkan persyaratan khusus untuk kompetensi dan kualitas di laboratorium medis. Ini membantu laboratorium memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan, yang sangat penting untuk diagnosis dan perawatan pasien.

    1. Standar Lain yang Relevan

    Selain ISO 13485 dan ISO 15189, ada beberapa standar ISO lain yang relevan untuk sektor kesehatan, seperti ISO 9001 untuk manajemen kualitas umum dan ISO 45001 untuk kesehatan dan keselamatan kerja.

    Kesimpulan

    Manfaat penerapan ISO di sektor kesehatan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, keamanan pasien, efisiensi operasional, dan peningkatan kepercayaan publik. Standar ISO memberikan kerangka kerja yang sistematis dan diakui secara global untuk mencapai dan mempertahankan kualitas tinggi.

    Penerapan ISO di sektor kesehatan akan terus meningkat dengan semakin kompleksnya teknologi medis dan meningkatnya tuntutan akan kualitas dan keselamatan. Inovasi di bidang kesehatan juga akan mendorong pengembangan standar ISO yang lebih spesifik.

    Pelatihan ISO untuk Industri Kesehatan

    Institusi kesehatan dianjurkan untuk mengadopsi standar ISO guna meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Dengan menerapkan ISO, organisasi tidak hanya memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan reputasi yang kuat di mata pasien dan komunitas.

    Penerapan standar ISO di sektor kesehatan memastikan pelayanan terbaik kepada pasien, meningkatkan efisiensi operasional, dan membangun kepercayaan publik. Ini bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi juga tentang investasi dalam kualitas, keselamatan, dan kepercayaan jangka panjang.

    Yuk, pelajari lebih lanjut tentang ISO dan gimana sertifikasi ISO bisa menguntungkan organisasi Anda dengan mengikuti Pelatihan ISO yang diselenggarakan provider training profesional terpercaya. Anda bisa hubungi kami di halaman ini atau kontak via WhatsApp di nomor 0813-2145-5501 untuk meminta penawaran training ISO yang Anda perlukan.

    Kalau butuh bantuan perihal sertifikasi ISO, coba deh konsultasikan dengan kami di 0813-2117-0714. SPIN Training Consulting sebagai Konsultan ISO berpengalaman lebih dari 15 tahun akan membantu pengajuan dari awal hingga akhir.

    Share This Post

    Berita Terkait