Home » Artikel » ISO » Memahami Lebih Jauh Apa itu ISO dan Perbedaannya dengan SNI

Memahami Lebih Jauh Apa itu ISO dan Perbedaannya dengan SNI

Apa itu ISO

Konsultan ISO – Kali ini kita akan membahas sesuatu yang penting banget buat kita yang hidup di era modern ini, yaitu soal standar. Di dunia industri dan bisnis, standar itu ibarat aturan main yang bikin semua lebih teratur dan bisa diandalkan. Bayangin aja kalau nggak ada standar, semua barang dan jasa bisa berbeda-beda kualitasnya, dan pastinya bikin kita bingung sendiri. Nah, di artikel ini kita bakal mengulik lebih dalam tentang dua standar yang sering kita dengar: ISO dan SNI. Apa sih sebenarnya mereka itu, dan apa bedanya? Yuk, kita bahas!

Apa Itu ISO

Apa itu ISO

A. Definisi ISO

ISO bertindak sebagai forum global di mana para ahli dari berbagai industri dan sektor berkumpul untuk bertukar pengetahuan dan mengembangkan standar yang mengatasi tantangan teknis. Dengan lebih dari 23.000 standar yang telah diterbitkan, ISO mencakup hampir setiap aspek teknologi dan bisnis, mulai dari produk manufaktur hingga teknologi informasi, layanan kesehatan, keselamatan pangan, dan manajemen lingkungan. Standar-standar ini membantu organisasi meningkatkan kualitas produk mereka, mengurangi limbah, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Banyak yang mungkin bertanya, mengapa organisasi ini disebut ISO dan bukan IOS? ISO bukanlah akronim dari International Organization for Standardization, melainkan diambil dari kata Yunani “isos,” yang berarti “sama.” Hal ini mencerminkan misi ISO untuk menyamakan standar di seluruh dunia, memastikan bahwa produk dan layanan yang dihasilkan di satu negara bisa diterima dan digunakan di negara lain dengan kualitas yang sama. Dengan demikian, ISO memudahkan perdagangan internasional dan membantu organisasi untuk tetap kompetitif di pasar global.

B. Sejarah dan Latar Belakang ISO

Lahir dari kebutuhan untuk menciptakan kerangka kerja yang dapat memfasilitasi perdagangan internasional dan memastikan bahwa produk serta layanan di seluruh dunia memiliki kualitas yang konsisten. Berdiri pada tanggal 23 Februari 1947, ISO didirikan oleh delegasi dari 25 negara yang berkumpul di London. Mereka menyadari bahwa ada kebutuhan mendesak untuk standar internasional yang dapat membantu mendorong perkembangan teknologi dan ekonomi pasca-Perang Dunia II.

Awalnya, fokus ISO adalah pada standar yang berhubungan dengan teknologi dan manufaktur. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, cakupan ISO meluas ke berbagai sektor lain, termasuk teknologi informasi, kesehatan, keamanan, dan manajemen lingkungan. Penerbitan standar pertama oleh ISO, yaitu ISO/R 1, yang terkait dengan suhu referensi untuk pengukuran industri, menandai dimulainya perjalanan panjang dalam membangun reputasi sebagai badan standar internasional terkemuka. Sejak itu, ISO terus berkembang dan saat ini memiliki lebih dari 23.000 standar yang diterapkan di berbagai sektor.

Tujuan utama organisasi ini untuk memastikan kesamaan standar di seluruh dunia, sehingga produk dan layanan yang dihasilkan di satu negara bisa diterima dan digunakan di negara lain dengan kualitas yang sama. Ide ini terinspirasi dari keberhasilan International Electrotechnical Commission (IEC) yang didirikan sebelumnya pada tahun 1906 dan telah mengembangkan standar di bidang elektroteknik.

Dengan lebih dari 160 negara anggota saat ini, ISO beroperasi sebagai jaringan global yang menghubungkan lembaga-lembaga standardisasi nasional dari seluruh dunia. Setiap negara anggota diwakili oleh lembaga standardisasi nasionalnya, seperti American National Standards Institute (ANSI) di Amerika Serikat, British Standards Institution (BSI) di Inggris, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Indonesia. Proses pengembangan standar ISO melibatkan partisipasi aktif dari pakar industri, pemerintah, dan organisasi konsumen yang bekerja sama untuk memastikan bahwa standar yang dihasilkan relevan dan bermanfaat secara global.

C. Tujuan dan Manfaat Penerapan Standar ISO

Tujuan utama ISO adalah untuk memastikan bahwa produk dan layanan aman, andal, dan berkualitas. Beberapa manfaat utama dari penerapan ISO antara lain:

– Meningkatkan efisiensi operasional

– Mengurangi risiko kesalahan dan kegagalan produk

– Meningkatkan kepercayaan konsumen

– Mempermudah akses ke pasar internasional

D. Jenis jenis Standar ISO yang Umum Diterapkan

Ada banyak sekali standar ISO yang berlaku di berbagai sektor, tapi beberapa yang paling umum adalah:

– ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu)

– ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan)

– ISO 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi)

– ISO 45001 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Pengertian SNI

Apa itu ISO

A. Definisi SNI

SNI atau Standar Nasional Indonesia, adalah sistem standar yang dikembangkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memastikan bahwa produk, jasa, dan sistem yang ada di Indonesia memenuhi kualitas dan keamanan yang telah ditetapkan. Jadi, bayangkan SNI sebagai semacam ‘label jaminan mutu’ untuk segala sesuatu yang dibuat atau ditawarkan di Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi konsumen dan memastikan bahwa apa yang kita gunakan sehari-hari aman dan berkualitas tinggi.

Sebagai standar nasional, SNI mencakup berbagai bidang mulai dari produk makanan, mainan anak, hingga sistem manajemen lingkungan. Misalnya, produk makanan yang memiliki label SNI berarti telah melalui serangkaian uji yang memastikan produk tersebut aman untuk dikonsumsi. Hal ini penting banget, terutama di era modern seperti sekarang di mana kita ingin memastikan bahwa apa yang kita konsumsi atau gunakan sehari-hari tidak membahayakan kesehatan kita. Selain itu, penerapan SNI juga membantu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional, karena menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi standar kualitas yang diakui secara nasional.

Untuk mendapatkan label SNI, sebuah produk atau jasa harus melewati proses sertifikasi yang ketat. Ini melibatkan berbagai tes dan pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi. BSN bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan akademisi untuk menyusun dan mengawasi standar ini. Proses ini memastikan bahwa setiap SNI yang diterbitkan benar-benar relevan dan dapat diandalkan. Dengan adanya SNI, kita sebagai konsumen bisa lebih tenang dan percaya diri dalam menggunakan produk lokal, karena tahu bahwa produk tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BSN.

B. Sejarah dan Latar Belakang SNI

Sejarah SN dimulai pada tahun 1997 ketika pemerintah Indonesia menyadari perlunya sebuah sistem standar nasional yang solid untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan dalam negeri. Sebelum adanya SNI, berbagai sektor di Indonesia memiliki standar mereka sendiri-sendiri, yang sering kali tidak konsisten dan membuat kebingungan. Untuk mengatasi masalah ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) didirikan sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk menyusun, menerbitkan, dan mengawasi pelaksanaan SNI.

Pada awalnya, penerapan SNI fokus pada beberapa sektor industri utama, seperti makanan dan minuman, produk kesehatan, dan konstruksi. Tujuannya sederhana: meningkatkan kualitas produk dalam negeri sehingga bisa bersaing di pasar global. Salah satu contoh awal penerapan SNI adalah pada industri makanan dan minuman. Dengan adanya standar yang jelas, produsen lokal mulai meningkatkan kualitas produk mereka, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan konsumen baik di dalam maupun luar negeri.

Seiring berjalannya waktu, cakupan SNI semakin meluas mencakup berbagai sektor lainnya seperti teknologi informasi, energi, dan lingkungan. Misalnya, SNI di bidang teknologi informasi membantu memastikan bahwa perangkat lunak dan perangkat keras yang diproduksi di Indonesia memenuhi standar internasional, sehingga dapat digunakan dan diterima di pasar global. Hal ini juga berlaku di sektor energi dan lingkungan, di mana SNI membantu memastikan bahwa praktik-praktik industri di Indonesia ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, BSN tidak bekerja sendiri. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, organisasi industri, akademisi, dan bahkan konsumen. Proses penyusunan SNI melibatkan banyak diskusi dan pertimbangan untuk memastikan bahwa standar yang diterbitkan benar-benar relevan dan dapat diterapkan. Dengan begitu, SNI bukan hanya menjadi alat untuk memastikan kualitas, tetapi juga untuk mendorong inovasi dan peningkatan daya saing produk-produk Indonesia di pasar global. Jadi, bisa dibilang SNI adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan industri Indonesia.

C. Tujuan dan Manfaat Penerapan Standar SNI

Sama seperti ISO, SNI bertujuan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk serta jasa. Mari kita bahas beberapa manfaat dari penerapan SNI dengan lebih detail.

  • Meningkatkan daya saing produk lokal 

Dengan menerapkan SNI, produk lokal bisa lebih mudah bersaing di pasar, baik nasional maupun internasional. Standar ini memastikan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang konsisten dan dapat diandalkan. Jadi, ketika produk lokal berlabel SNI, konsumen baik dalam maupun luar negeri lebih percaya bahwa produk tersebut memenuhi standar kualitas yang tinggi. Ini tentu saja membuka peluang ekspor yang lebih luas dan meningkatkan citra produk Indonesia di mata dunia.

  • Melindungi konsumen dari produk yang tidak aman 

SNI berperan penting dalam melindungi konsumen dari produk yang mungkin berbahaya atau tidak aman. Misalnya, produk mainan anak-anak yang berlabel SNI telah melalui berbagai uji keamanan sehingga orang tua tidak perlu khawatir ketika membelikan mainan untuk anak mereka. Selain itu, produk makanan yang berlabel SNI juga telah dipastikan aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, SNI membantu mencegah masalah kesehatan yang bisa timbul dari penggunaan produk yang tidak memenuhi standar keamanan.

  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi  

Dengan mengikuti standar SNI, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi mereka. Standar ini memberikan pedoman yang jelas tentang cara terbaik untuk memproduksi suatu barang atau jasa, sehingga dapat mengurangi kesalahan dan pemborosan. Selain itu, proses produksi yang lebih efisien juga berarti biaya produksi bisa ditekan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan profitabilitas perusahaan. Jadi, penerapan SNI tidak hanya bermanfaat untuk konsumen, tetapi juga untuk produsen.

  • Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

Penerapan SNI secara luas membantu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan meningkatkan kualitas produk lokal dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global, SNI membantu mendorong ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi, SNI juga membantu perusahaan lokal menjadi lebih kompetitif. Semua ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan, yang tentu saja berdampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

D. Badan yang Mengelola dan Mengawasi Penerapan SNI

Jadi, siapa sih yang memastikan semua standar SNI ini benar-benar diterapkan? Di sinilah peran BSN, atau Badan Standardisasi Nasional. BSN adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pengembangan, penerbitan, dan pengawasan penerapan SNI di Indonesia. Mereka ini ibarat ‘polisi standar’ yang memastikan semua produk dan jasa yang beredar di Indonesia memenuhi standar yang telah ditetapkan. BSN nggak bekerja sendirian; mereka bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan bahkan konsumen. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa standar yang dibuat relevan dan benar-benar dapat diterapkan di lapangan.

Kerja BSN melibatkan banyak tahapan, mulai dari menyusun standar baru hingga memastikan bahwa standar yang sudah ada tetap relevan dengan perkembangan zaman. Mereka juga mengawasi proses sertifikasi SNI, bekerja sama dengan lembaga sertifikasi yang terakreditasi untuk melakukan audit dan pengujian produk. BSN juga rajin mengadakan sosialisasi dan pelatihan untuk membantu industri dan masyarakat memahami pentingnya SNI dan cara menerapkannya. Jadi, bisa dibilang BSN ini adalah ujung tombak dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan produk serta jasa di Indonesia.

Baca juga: ISO Adalah Standar Mutu Global: Bagaimana Cara Mendapatkannya

Perbedaan Antara ISO dan SNI

Apa itu ISO

A. Berdasarkan Ruang Lingkup Penerapan

1. ISO sebagai standar internasional

ISO diterapkan secara global, artinya standar ini bisa diikuti oleh perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Karena sifatnya yang internasional, ISO membantu memfasilitasi perdagangan antar negara dan memastikan produk dan layanan memenuhi ekspektasi global.

2. SNI sebagai standar nasional Indonesia

SNI diterapkan di Indonesia dan ditujukan untuk memastikan produk dan layanan yang beredar di dalam negeri memenuhi standar yang telah ditetapkan. Meskipun begitu, SNI juga bisa diakui di tingkat internasional jika standar yang digunakan kompatibel dengan standar global.

B. Proses Pengembangan Standar

1. Proses pengembangan ISO

Proses pengembangan ISO melibatkan berbagai pihak dari seluruh dunia, termasuk pakar dari industri, pemerintah, dan organisasi konsumen. Pengembangan standar ini melalui beberapa tahap, mulai dari proposal, penyusunan, hingga persetujuan dan publikasi.

2. Proses pengembangan SNI

Pengembangan SNI juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, namun fokus utamanya adalah kebutuhan dan kondisi lokal Indonesia. BSN bekerja sama dengan lembaga terkait untuk menyusun, menguji, dan menyempurnakan standar sebelum dipublikasikan.

C. Keanggotaan dan Partisipasi

1. Keanggotaan negara dalam ISO

ISO memiliki lebih dari 160 anggota yang terdiri dari negara-negara di seluruh dunia. Setiap negara biasanya diwakili oleh lembaga standardisasi nasional mereka.

2. Keanggotaan dalam penyusunan SNI

Di Indonesia, BSN adalah lembaga yang bertanggung jawab atas penyusunan SNI. Proses ini melibatkan partisipasi dari berbagai pihak di dalam negeri, termasuk industri, akademisi, dan pemerintah.

D. Implementasi dan Sertifikasi

1. Proses sertifikasi ISO

Sertifikasi ISO dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi. Prosesnya melibatkan audit dan penilaian menyeluruh terhadap sistem manajemen organisasi untuk memastikan kesesuaian dengan standar ISO yang relevan.

2. Proses sertifikasi SNI

Sertifikasi SNI juga dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi di Indonesia. Prosesnya mirip dengan sertifikasi ISO, yaitu melibatkan audit dan penilaian terhadap produk atau sistem untuk memastikan kesesuaian dengan standar SNI.

E. Perbedaan ISO dan SNI Dalam Bentuk Tabel

Berikut adalah tabel perbandingan antara ISO (International Organization for Standardization) dan SNI (Standar Nasional Indonesia):

PerbandinganISOSNI
Lingkup PenerapanStandar internasional yang berlaku global.Standar nasional yang berlaku di Indonesia.
Proses PengembanganMelibatkan berbagai negara anggota ISO.Dikembangkan oleh BSN dan pihak-pihak terkait di Indonesia.
KeanggotaanLebih dari 160 negara anggota.Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah pengelola dan pengawasanya.
Implementasi dan SertifikasiDilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi secara internasional.Dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh BSN.

Semoga tabel ini bisa membantu dalam memahami perbedaan antara ISO dan SNI di beberapa aspek utama seperti lingkup penerapan, proses pengembangan, keanggotaan, serta implementasi dan sertifikasi.

Kesimpulan

Setelah membahas secara mendalam, kita bisa menyimpulkan bahwa memahami dan menerapkan standar seperti ISO dan SNI sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan produk serta layanan. Baik ISO maupun SNI memiliki peran besar dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional perusahaan. Jadi, mari kita terus dukung penerapan standar yang relevan demi kemajuan bersama!

Itulah pembahasan kita kali ini. Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan baru dan bermanfaat buat kalian semua. Terus semangat dan sukses selalu dalam setiap usaha kalian!

Rekomendasi Pelatihan ISO

Yuk, pelajari lebih lanjut tentang ISO dan gimana sertifikasi ISO bisa menguntungkan organisasi Anda dengan mengikuti Pelatihan ISO yang diselenggarakan provider training profesional terpercaya. Anda bisa hubungi kami di halaman ini atau kontak via WhatsApp di nomor 0813-2145-5501 untuk meminta penawaran training ISO yang Anda perlukan.

Kalau butuh bantuan perihal sertifikasi ISO, coba deh konsultasikan dengan kami di 0813-2117-0714. SPIN Training Consulting sebagai Konsultan ISO berpengalaman lebih dari 15 tahun akan membantu pengajuan dari awal hingga akhir.

Share This Post

Berita Terkait