Konsultan Manajemen – Kalau kamu lagi pegang jadwal audit surveilance atau resertifikasi, pertanyaan paling sering muncul itu sederhana: ISO 9001:2026 kapan terbit, dan saya harus ngapain sekarang biar tidak keteteran. Saya paham, karena urusan ISO itu sering terasa seperti kerja dua lapis: kerja beneran di prosesnya, plus kerja merapikan buktinya.
Kabar baiknya, revisi ini arahnya lebih ke penajaman dan penyesuaian konteks zaman, bukan menghapus total cara kerja ISO 9001:2015.
Di artikel ini saya rangkum status revisi, gambaran timeline DIS sampai publikasi, apa saja yang aman dipersiapkan sebelum standar final keluar, risiko kalau menunggu, dan checklist cepat 10 hal yang bisa kamu mulai minggu ini.
Status revisi ISO 9001:2026 saat ini
Secara resmi, komite ISO yang menangani revisi ISO 9001 sudah menyampaikan bahwa publikasi revisi ini direncanakan pada September 2026.
Sementara itu, Draft International Standard atau DIS sudah dipublikasikan pada 27 Agustus 2025 sebagai salah satu milestone penting menuju versi final.
Artinya apa buat kamu? Artinya arah perubahan sudah cukup jelas untuk mulai beres-beres sistem, tetapi kamu tetap harus siap ada penyesuaian redaksi kecil ketika versi final terbit.
DIS, FDIS, dan publikasi final
Biar tidak pusing dengan istilahnya, saya sederhanakan begini:
- DIS itu draft yang sudah matang untuk dikomentari dan dibahas luas. Ini biasanya jadi gambaran besar apa yang akan berubah, terutama penekanan klausul.
- FDIS itu draft final sebelum terbit. Biasanya perubahan di tahap ini lebih minor, karena kerangka besar sudah disepakati.
- Publikasi final adalah standar yang resmi terbit, baru setelah itu biasanya keluar aturan masa transisi sertifikasi.
Beberapa lembaga standar dan sertifikasi menyebut revisi ini bergerak menuju tahap FDIS pada 2026, dan target publikasinya tetap di 2026.
Apa yang boleh dipersiapkan sebelum terbit
Bagian ini yang paling penting. Banyak organisasi menunggu karena takut salah langkah. Padahal ada banyak pekerjaan yang sifatnya universal, dan kalau kamu rapikan dari sekarang, hasilnya bukan cuma siap ISO 9001:2026, tapi ISO 9001:2015 kamu juga jadi lebih kuat.
Baca juga: Update ISO 9001:2026: Poin Perubahan Utama dan Panduan Transisi dari ISO 9001:2015
Gap assessment berbasis draft
Gap assessment sebelum standar final terbit itu sah-sah saja, asal pendekatannya benar. Prinsipnya:
- Jangan mengejar kalimat per kalimat, fokus ke tema penajaman
- Ukur kesiapan proses dan bukti, bukan cuma dokumen
- Pilih area yang paling sering jadi sumber temuan audit
Cara praktisnya begini:
- Ambil ringkasan perubahan dari sumber yang kredibel, bisa dari badan sertifikasi kamu atau ringkasan resmi ISO mengenai revisi.
- Buat matriks sederhana: area perubahan, proses terdampak, bukti yang ada sekarang, gap, dan rencana aksi.
- Tentukan prioritas: yang berpengaruh ke pelanggan, kepatuhan, dan kinerja proses biasanya jadi top duluan.
Kalau kamu lakukan gap assessment ini, kamu sudah punya peta jalan. Nanti saat versi final keluar, kamu tinggal menyesuaikan detail, bukan mulai dari nol.
Update proses yang sifatnya universal
Ada beberapa hal yang hampir pasti tetap relevan, bahkan kalau redaksi final berubah sedikit:
- Pengendalian perubahan atau change management yang disiplin
- Risk and opportunity yang nyambung dari konteks sampai aksi
- Bukti kepemimpinan dan budaya mutu yang terlihat dalam kebiasaan kerja
- Kontrol informasi terdokumentasi di era digital: versi, akses, approval, jejak perubahan
- Cara memastikan efektivitas tindakan perbaikan, bukan sekadar menutup temuan
Bonusnya, ini semua biasanya juga bikin audit ISO 9001:2015 kamu terasa lebih adem. Auditor suka hal yang konsisten dan bisa ditunjukkan, bukan dokumen yang rapi tapi kosong bukti.
Risiko jika menunggu terlalu lama
Menunggu itu tidak selalu salah. Tapi kalau menunggu sampai standar final terbit lalu kamu baru bergerak, risiko paling nyata biasanya bukan di teknis klausul, melainkan di realitas operasional: waktu, orang, dan energi.
Dampak jadwal audit dan sumber daya
Ini yang sering terjadi di lapangan:
- Jadwal auditor dan badan sertifikasi biasanya makin padat ketika standar baru terbit, karena banyak klien minta sosialisasi dan rencana transisi.
- Tim internal kamu akan terbagi fokus, karena tetap harus jalan operasional, tetap ada audit rutin, dan tiba-tiba harus menambah pekerjaan transisi.
- Perubahan yang seharusnya bisa dilakukan tenang dalam beberapa bulan, jadi kerja kebut dan rawan salah.
Intinya, transisi yang paling mahal itu bukan karena standar barunya, tapi karena kamu mengerjakannya mepet dengan jadwal audit dan keterbatasan tim.
Kalau kamu ingin aman, strategi terbaik biasanya start dari sekarang untuk perbaikan universal. Begitu standar final terbit, tinggal fine tuning.
Checklist Persiapan Audit Menjelang ISO 19001:2016
Di bagian ini saya kasih checklist yang bisa kamu mulai minggu ini. Ini bukan checklist teoritis. Ini checklist yang kalau kamu lakukan, 2–4 minggu lagi kamu sudah punya bukti progres, bukan cuma niat.
10 hal yang bisa dimulai minggu ini
- Rapikan kalender audit dan masa berlaku sertifikat
Catat jadwal surveilance, resertifikasi, dan kapan paling realistis kamu bisa memasukkan aktivitas transisi tanpa mengganggu operasional. - Buat matriks gap assessment 1 halaman
Kolomnya cukup: area penajaman, proses terdampak, bukti saat ini, gap, aksi, PIC, due date. - Perbarui konteks organisasi dan stakeholder
Pastikan konteks bukan dokumen pajangan. Kaitkan perubahan konteks ke risiko dan target mutu. Jika relevan, masukkan juga pertimbangan isu eksternal penting seperti climate change sesuai amandemen yang sudah ada di ISO 9001:2015. - Bereskan risk register supaya nyambung ke tindakan
Risk register yang bagus itu kelihatan dari action plan-nya: ada pemilik, deadline, dan cara cek efektivitas. - Terapkan change management sederhana yang benar-benar dipakai
Mulai dari form change request yang memaksa tim menilai dampak, kebutuhan training, update dokumen, dan verifikasi setelah perubahan. - Audit kecil kontrol dokumen digital
Cek versi dokumen, siapa boleh edit, siapa approve, dan apakah ada jejak perubahan. Kalau dokumen masih nyebar di chat dan email, ini saatnya beresin. - Buat paket bukti untuk 3 area paling kritikal
Misalnya: risk and opportunity, change management, corrective action. Kumpulkan notulen, action tracker, KPI, dan contoh implementasi. - Briefing 45 menit untuk top management dan process owner
Tidak perlu panjang. Fokus ke apa yang akan dinilai: kepemimpinan, budaya mutu, bukti keputusan berbasis data, dan konsistensi. - Lakukan mini internal audit berbasis tema
Pilih 1–2 proses yang paling sering berubah. Audit bukan untuk mencari salah, tapi untuk menemukan gap bukti dan kebiasaan. - Susun rencana transisi 90 hari versi kamu sendiri
Bagi jadi: minggu 1–2 gap assessment, minggu 3–6 perbaikan proses, minggu 7–10 audit internal dan tindakan, minggu 11–13 review manajemen dan readiness.
Kalau kamu jalankan 10 langkah ini, kamu akan berada di posisi yang enak: saat ISO 9001:2026 final terbit, kamu tinggal menyesuaikan, bukan panik.
Kalau kamu pengin prosesnya lebih cepat dan rapi, SPIN Sinergi bisa bantu lewat Jasa Konsultan ISO untuk gap assessment, roadmap transisi, penyusunan bukti audit, sampai pendampingan implementasi di lapangan.
Hubungi kami untuk rekomendasi program yang paling sesuai dengan kondisi organisasi kamu.
