Pencarian

QC Laboratorium

Lebih Jauh Tentang QC Laboratorium

Program QC Laboratorium

  1. Penetapan IDC (initial demonstration capability) – menentukan kinerja atas hasil pengujian, saat awal.
  2. Pemakaian CRM (certified reference material).
  3. Spiking (penambahan jml tertentu analit kedalam contoh, sebelum uji
    1. Pertama Recovery = (Cu – Cc) / Ca x 100%
    2. Kedua Recovery berkisar 90% sd 110%
  4. Ketiga % Recovery (prosen perolehan kembali)
    1. Keempat Recovery = (Average hasil uji) / (True value) x 100%
    2. Kelima Recovery harus mendekati 100%
  5. Proficiency Testing / UBL (uji banding antar Lab) – Z score harus berada diantara (-3) dan (+3)
  6. Replika pengujian , dll.

Jenis – jenis QC Laboratorium

  • QC untuk memonitor AKURASI (bgmn terhadap True Value) : – Tersedia nilai benar sebagai acuan – Diukur berapa nilai deviasi / koreksi suatu hasil uji – Ditetapkan batas-batas keberterimaan nya (2 SD , 3 SD) – Penyajian grafik / control chart.
  • QC untuk memonitor PRESISI (bgmn tentang repeatabilitas nya) – Tersedia nilai hasil uji secara berulang (duplo, triplo, dll) – Diukur berapa nilai simpangan baku / standard deviation – Ditetapkan batas-batas keberterimaan nya (dalam %, dll) – Penyajian grafik / control chart.
  • Control Limits (batas-batas control) : * Outlier (out of control) * Warning (peringatan, dapat dipertanyakan) * Good/ Baik * Excelent (memuaskan).

Prinsip Dasar QC Laboratorium

  • Setiap hal yang berwujud, berwujud dalam jumlah” dan hakekat PENGUKURAN adalah penentuan jumlah tersebut.
  • Proses/ kegiatan pengukuran merupakan pembandingan kuantitatif antara standar (yang telah ditentukan/ diketahui sebelumnya) dengan “yang diukur”.
  • Pengukuran juga merupakan elemen dasar dari setiap proses pengendalian (control process).
  • Pengendalian
    • melihat penyimpangan pengukuran
    • mengetahui BESAR & ARAH perbedaan

Comments

So empty here ... leave a comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sidebar