quality control laboratorium

QC Lab (Quality Control Laboratorium)

QC Lab (Quality Control Laboratorium)

Tujuan QC Lab

  • Memantau (memonitor) kualitas produksi atau layanan melalui suatu metoda ataupun teknik tertentu agar hasilnya dapat terkendali sesuai batas kriteria yang ditetapkan.
  • Menjamin secara teknis bahwa mutu hasil pekerjaan telah dijaga / diawasi dengan benar dan konsisten serta terdokumentasi.

Manfaat QC Lab

  • Memberi keyakinan bahwa hasil-hasil cukup benar.
  • Memudahkan evaluasi jika terdapat permasalahan Sebagai upaya peningkatan teknis , sesuai SMM.

Klasifikasi QC Lab

  • QC Before Process (sebelum proses) : Pengendalian atas hal-hal yang terkait / mempengaruhi mutu suatu proses , sebelum pekerjaan (Lab) tersebut dilakukan. (Cth: cek mutu reagent/ alat yang akan dipakai uji, lingkungan kerja/ ruangan, dll).
  • QC in Process (dalam proses) Pengendalian atas pekerjaan laboratorium, mulai kegiatan persiapan (preparasi) hingga penetapan hasil akhir. (Cth: cek mutu hasil Lab memakai CRM, control sample, dll).
  • QC After Process (setelah proses) Pengendalian atas hal-hal yang termasuk sebagai pekerjaan di Lab , setelah proses uji/ analisa tersebut selesai dilakukan hingga penyerahan Laporan Lab kepada pelanggan. (Cth: pengawasan Laporan Hasil Uji, arsip sample uji, dll).

Lebih Jauh Tentang QC Lab

Program QC Lab

  1. Penetapan IDC (initial demonstration capability) – menentukan kinerja atas hasil pengujian, saat awal.
  2. Pemakaian CRM (certified reference material).
  3. Spiking (penambahan jml tertentu analit kedalam contoh, sebelum uji
    1. Pertama Recovery = (Cu – Cc) / Ca x 100%
    2. Kedua Recovery berkisar 90% sd 110%
  4. Ketiga % Recovery (prosen perolehan kembali)
    1. Keempat Recovery = (Average hasil uji) / (True value) x 100%
    2. Kelima Recovery harus mendekati 100%
  5. Proficiency Testing / UBL (uji banding antar Lab) – Z score harus berada diantara (-3) dan (+3)
  6. Replika pengujian , dll.

Jenis – jenis QC Lab

  • QC untuk memonitor AKURASI (bgmn terhadap True Value) : – Tersedia nilai benar sebagai acuan – Diukur berapa nilai deviasi / koreksi suatu hasil uji – Ditetapkan batas-batas keberterimaan nya (2 SD , 3 SD) – Penyajian grafik / control chart.
  • QC untuk memonitor PRESISI (bgmn tentang repeatabilitas nya) – Tersedia nilai hasil uji secara berulang (duplo, triplo, dll) – Diukur berapa nilai simpangan baku / standard deviation – Ditetapkan batas-batas keberterimaan nya (dalam %, dll) – Penyajian grafik / control chart.
  • Control Limits (batas-batas control) : * Outlier (out of control) * Warning (peringatan, dapat dipertanyakan) * Good/ Baik * Excelent (memuaskan).

Prinsip Dasar QC Lab

  • Setiap hal yang berwujud, berwujud dalam jumlah” dan hakekat PENGUKURAN adalah penentuan jumlah tersebut.
  • Proses/ kegiatan pengukuran merupakan pembandingan kuantitatif antara standar (yang telah ditentukan/ diketahui sebelumnya) dengan “yang diukur”.
  • Pengukuran juga merupakan elemen dasar dari setiap proses pengendalian (control process).
  • Pengendalian
    • melihat penyimpangan pengukuran
    • mengetahui BESAR & ARAH perbedaan