Batubara

Batubara adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari hasil pembusukan sisa-sisa tanaman purba, dan menjadi padat setelah tertimbun oleh lapisan diatasnya. Pembusukan sisa-sisa tanaman, dipengaruhi oleh proses biokimia, yakni penghancuran oleh bakteri, sehingga membentuk jelly sebagai bahan pembentuk lapisan batubara. Sisa tanaman kemudian termampatkan di bawah permukaan air ( dalam kondisi tertutup tanpa udara ), yang disebut gambut. Gambut kemudian lambat laun tertimbun oleh endapan-endapan seperti batulempung, batulanau dan batupasir. Setelah berpuluh-puluh juta tahun, gambut tersebut mengalami perubahan fisik dan kimia , akibat pengaruh tekanan dan temperatur kemudian berubah menjadi batu bara. Pada dasarnya proses pembentukan batu bara dapat dibagi menjadi dua tahap, yakni proses biokimia yang merubah sisa-sisa tanaman purba menjadi gambut, dan proses geokimia yang mematangkan gambut menjadi batubara .

 

Pembentukan Batubara Di Indonesia

  • Secara geologi, batu bara Indonesia terbentuk pada masa Tersier :
    Tersier Bawah (Paleogen) 55 – 60 juta tahun
    Tersier Atas (Neogen) 25 – 30 juta tahun.
  • Tumbuhan pembentuk : hutan basah.
  • Batu bara Indonesia termasuk muda
    Palegoen : umumnya peringkat high volatile bituminous;
    Neogen : umumnya lignit-subbituminous
  • Peringkat batu bara Indonesia juga dipengaruhi oleh intrusi (Tanjung Enim, Sumsel) dan struktur geologi (yakni dome) seperti di Kaltim dan ; terjadi pematangan lokal.
  • Kualitas batu bara Indonesia juga dipengaruhi oleh lingkungan pengendapannya, yakni menentukan kadar abu dan kadar belerang.

sumber : 4 76

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *